Rasulullah di lahirkan di tengah kabilah besar,
Bani Hasyim di kota Makkah pada hari senin, tanggal 9 Rabi’ul Awwal pada tahun tragedi
pasukan bergajah.
Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah
pernah menceritakan,”Ketika aku melahirkannya,dari farajku, keluarlah cahaya
yang karenanya istana – istana negeri Syam tersinari.” Dan juga telah terjadi
irhashat ketika beliau, di antaranya; jatuhnya empat belas beranda istana
kekaisaran Persia,padamnya api yang biasa di sembah oleh kaum Majusi dan
robohnya gereja – gereja di sekitar danau Sawah setelah airnya menyusut.
Setelah beliau dilahirkan, ibundanya mengirim
utusan ke kakeknya, Abdul Muthtalib untuk memberitahukan kepadanya berita
gembira cucunya tesebut. Kakeknya langsung datang dengan suka cita dan
memboyong cucunya tersebut masuk ke dalam Ka’bah untuk berdoa kepada Allah azza
wa jalla dan bersyukur kepadanya. Kemudian memberikan nama Muhammad,dan pada
hari ketujuh kakeknya mengkhitan beliau sebagaimana tradisi yang berlaku di
kalangan bangsa Arab
.
Tradisi yang berlaku dikalangan bangsa Arab
yang tinggal di kota adalah mencari wanita yang dapat menyusui bayi – bayi mereka
sebagai tindakan preventif terhadap tersebarnya penyakit – penyakit kota pada
masa itu,serta beranggapan agar tubuh bayi- bayi meraka kuat, berotot kekar dan
mahir berbahasa Arab sejak kanak- kanak.
Wanita pertama yang menyusui beliau setelah
ibundanya adalah Tsuwaibah.Dia merupakan budak wanita Abu Lahab yang saat itu
juga menyusui anaknya bernama Masruh.Sebelumnya, dia juga pernah menyusui
Hamzah bin Abdul Muththalib dan Abu Salamah bin Abdul Asad al- Makhzumi setelah
menyusui beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar