Rabu, 13 Maret 2019

Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam



Rasulullah di lahirkan di tengah kabilah besar, Bani Hasyim di kota Makkah pada hari senin, tanggal 9 Rabi’ul Awwal pada tahun tragedi pasukan bergajah.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan bahwa ibunda Rasulullah pernah menceritakan,”Ketika aku melahirkannya,dari farajku, keluarlah cahaya yang karenanya istana – istana negeri Syam tersinari.” Dan juga telah terjadi irhashat ketika beliau, di antaranya; jatuhnya empat belas beranda istana kekaisaran Persia,padamnya api yang biasa di sembah oleh kaum Majusi dan robohnya gereja – gereja di sekitar danau Sawah setelah airnya menyusut.

Setelah beliau dilahirkan, ibundanya mengirim utusan ke kakeknya, Abdul Muthtalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira cucunya tesebut. Kakeknya langsung datang dengan suka cita dan memboyong cucunya tersebut masuk ke dalam Ka’bah untuk berdoa kepada Allah azza wa jalla dan bersyukur kepadanya. Kemudian memberikan nama Muhammad,dan pada hari ketujuh kakeknya mengkhitan beliau sebagaimana tradisi yang berlaku di kalangan bangsa Arab
.
Tradisi yang berlaku dikalangan bangsa Arab yang tinggal di kota adalah mencari wanita yang dapat menyusui bayi – bayi mereka sebagai tindakan preventif terhadap tersebarnya penyakit – penyakit kota pada masa itu,serta beranggapan agar tubuh bayi- bayi meraka kuat, berotot kekar dan mahir berbahasa Arab sejak kanak- kanak. 

Wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibundanya adalah Tsuwaibah.Dia merupakan budak wanita Abu Lahab yang saat itu juga menyusui anaknya bernama Masruh.Sebelumnya, dia juga pernah menyusui Hamzah bin Abdul Muththalib dan Abu Salamah bin Abdul Asad al- Makhzumi setelah menyusui beliau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar