Masjid Istiqalal salah satu masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara, tempat yang awalnya sebagai tempat ibadah bagi umat islam pada zaman dahulu, kini tempat tersebut berubah selain sebagai tempat ibadah juga sebagai tempat wisata. Selain ada masyarakat Indonesia yang sering berkunjung ke sana, ada juga sebagian masyarakat asing yang ingin tau tentang Mesjid Istiqalal.
Biasanya ada pengelola Masjid yang
memandu masyarang asing untuk memberitukan sejarah, arsitektur, dan tulisan kaligrafi
yang ada di dalam Masjid. Masyarakat yang berdatangan setiap hari sangatlah
banyak, dari anak – anak hingga orang tua, yang berkunjung pun tidak dari
masyarakat Jakarta, ada juga yang dari luar Jakarta, misalnya dari Bandung,
Surabaya, dan Malang.
Pada hari tertentu Masjid sering
mengadakan kajian – kajian mengenai Ilmu Agama Islam, pada hari itu biasanya
masyarakat berkumpul bagaikan semut berdatangan hanya untuk mengambil Ilmu yang
di sampaikan dari ustaz yang berceramah.
Untuk masalah transportasi ada yang
mengendari motor, mobil, dan kereta api, dari ke tiga transportasi kebanyakan
lebih memilih kereta api, tapi setiap transportasi ada kedala, misalnya motor
dan mobil akan kejebak macet sedangkan kereta api sering lama menunggu
kedatangan kereta dan juga sering berdempetan, untuk naik kereta biasanya turun
di Stasiun Juanda.
Di sekitar Masjid pun ada juga
tempat yang bisa di kunjungi, seperti Gereja Katedral tepat di depan Masjid.
Gereja tersebut sengaja di bangun demi masyarakat pada zaman dahulu di era
Presiden Ir Soekarno dengan alasan menjaga kerukunan antar umat Islam dengan
Keristen. Selain Gereja ada Monumen Nasional atau yang di kenal MONAS. MONAS
pun salah satu tempat favorit untuk di singgahi berwisata di Jakarta.
Catata penulis
Boleh – boleh aja Masjid di jadikan tempet wisata akan
tetapi harus tau fungsi Masjid yang sebenarnya yaitu untuk beribadah kepada
Allah.

